sebuah pelajaran berharga..

Hari ini cuaca sungguh panas,pikir saya. Apa daya, karena isi dompet sudah tidak memungkinkan untuk hidup, pergilah saya ke ATM di Dago. Pada saat perjalanan pulang dengan angkot SSC kebanggaan warga Tubagus, di angkot tersebut terdapat 2 orang ibu2 yang minta diantarkan ke daerah Kanayakan masuk2 lagi,haha.. Pikir saya, yaudahlah, toh saya tidak terburu2 juga. Lika-liku daerah tersebut membuat saya sempat mengalami adegan nyasar bersama sopir angkot tersebut, seorang bapak2 setengah baya.

Wow, ternyata si bapak ini sangat ringan mulut, gemar sekali bercerita. Awalnya dengan sunda language, berhubung saya menjawabnya dengan bahasa ibu, percakapan kemudian diteruskan dengan bahasa ibu saja. Si bapak bercerita tentang anaknya, dimana ketika melihat saya, ia teringat akan anaknya. Seorang mantan mahasiswi salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini, yang mana sekarang telah bekerja di negara tetangga. Bukan ikut sebagai gerombolan pahlawan devisa, tapi untuk menerapkan hasil pendidikan kuliahnya. Bahkan, setelah ini sang anak akan pergi ke sebuah negara di Eropa.

Saya terkagum2 dan sangat salut mendengar cerita si bapak. Hati saya tergetir mendengarnya, berhubung memang lagi sensitif karena PMS *haha..emang lagi jago ngelesssss..*. Istilah banyak jalan menuju Roma, sangatlah benar. Teringat juga akan sebuah pernyataan di film Kungfu Panda, bahwa tidak ada resep untuk menjadikannya spesial, yang penting bagaimana kita menganggap spesial saja. Tidak ada jaminan bahwa kemewahan yang diperoleh seseorang saat ini, akan tetap dimilikinya di kemudian hari, dan begitu pula sebaliknya. Semakin menyadari saya juga, bahwa tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bekerja keras dan berupaya menyelesaikan apa yang sedang saya perjuangan. Huu..yeahh..Amin.

1 Comment

  1. bukansaya said,

    July 21, 2008 at 1:30 pm

    semangat aja d rul..
    ma kagum buat si bapak itu..


Post a Comment