bulbbulb..

Hmm..Tiba2 saudari dian dari kamar sebelah mengingatkan saya tentang lagu ini yang katanya-pernah-menjadi-soundtrack saya. Penasaran, saya dengarkan kembali, huu liriknya dalam sekali, tapi saya tetap tidak ingat lagu ini pernah menjadi lagu saya, haha..

“Inginku” by Yovie & Nuno

inginku, bukan hanya jadi temanmu
atau sekedar sahabatmu
yang rajin dengar ceritamu

tak perlu hanya kau lihat ketulusan
yang sebenarnya tak kusangka
kadang ku hilang kesabaran

mungkinkah akan segera mengerti
seiring jalannya hari
sungguh ku tergila padamu…

yang ada bila tak juga kau sadari
akan kutempuh banyak cara
agar engkau yakin semua, mauku…

biarkan aku untuk jadi kekasihmu
karna tak percaya ungkapan
cinta tak harus memiliki

terlambat bila aku harus berubah
ku terlanjur ingini semua
yang ada di dalam dirimu

dan berulang kumencoba…
tuk merebut hati dan cintamu
sadarkah dirimu
sering kau kesalkan aku…
bila masih saja kau menyebut namanya

patiennement je t’attendais…
mais tu ne comprends rien…
je t’aime dedans…
de temps en temps…

determined realist..

Ceritanya saya dikasih link ini sama saudari Femy, isinya tentang tes psikologi begitu. Setelah saya menjawab beberapa pertanyaan, maka hasilnya adalah determined realist. Berikut adalah penjelasannya yang diperoleh dari sini.

Determined Realists like to bear responsibility and welcome challenges. They are stable, reliable persons. External contacts are very important to them; they mix well and are very active. They are excellent organisers and are very happy when things are done correctly and punctually; they can quickly react impatiently if others are not as conscientious, orderly and dutiful as they are. They prefer structured work which produces visible results quickly to abstract, long-drawn-out processes. Determined Realists have no problem with routine as long as it serves efficiency. However, they very much dislike unexpected and unpredictable occurrences which mess up their careful plans. Once they have committed themselves to a cause they do this with dedication and are willing to make considerable sacrifices for it.

Determined Realists do not avoid conflicts and criticism but face up to them and look for solutions. As they have a keen eye for the errors and shortcomings of others and are often quick at expressing criticism, they sometimes rub people up the wrong way especially when they lose their temper and jump to conclusions. Due to their marked sense of justice they are quickly willing to correct themselves and never take offence if someone speaks to them frankly. You do not have to seek hidden motives with them; you always know where you are. Determined Realists are often found in executive positions as they combine commitment, competence and the ability to assert themselves. In their spare time, they often also accept responsibility in clubs and other institutions.

Traditions rate highly with Determined Realists. They attend every family event and never forget a birthday or wedding anniversary. Family and friends are very important to them. With their open, communicative manner, they find it easy to get to know people and have a large circle of friends and acquaintances. They are never superficial, but reliable and loyal friends who are always there when they are needed. Determined Realists take their relationships very seriously – they dream of finding a partner for life. In a love relationship, they seek above all stability and loyalty and here, too, they are willing to invest a lot in a harmonious togetherness. Determined Realists master crises or difficult phases with composure; they would never think of breaking a promise given. As a partner, one can always rely on their support.

Hoho, coba deh tes tersebut dan kenali dirimu, haha.. Saya sih merasa memang begitulah diri saya, hehe..

me and my diary..

Ceritanya saya lagi berpura2 menjadi putri abu *klo kata autie ameliorasi dari upik abu,siull..* dengan disuruh membereskan sebuah lemari di kamar saya di Bekasi. Yah, memang isinya sudah sangat campur-aduk-entah-apa-aja, haha.. Tak dianyal dan disangka, saya menemukan sebuah buku diary saat saya smu dulu. Ya, memang tidak bisa dibilang rajin nulisnya juga, isinya adalah saat saya bersama seorang oknum X, bah..*skip, tidak ingin mengungkit dan mengingat masa lalu*. Karena penasaran, saya buka2 dan baca kembali halaman per halaman. Seru banget, tidak menyangka dulu saya segeblek dan sekonyol itu, ditambah dengan menempelkan sebuah stiker emoticon mood yang sangat tren pada masa itu, huahahaha..*gak banget gw!!*. Ini gambar buku diary tersebut, membacanya membuat saya terpingkal2 dan membatalkan janji pergi saking serunya, lagi malas pergi juga sih.

*Tulisan sagitarius hanya sebuah kebetulan saja, memanfaatkan buku yang ada, padahal bintang saya gemini, bukan sagitarius, hehe..*

Bila dilihat kecenderungan menulis dan mengungkapkan perasaan memang lebih dimiliki wanita, pria mungkin lebih apatis dan merasa apa yang telah berlalu, biarkan berlalu. Entah apa yang merasuki pikiran saya ketika smu untuk menulis buku diary, yah walaupun hanya berhasil beberapa bulan dan 1 buku saja, mungkin hanya untuk kenangan di masa depan atau mungkin sebagai pelajaran hidup?? haha, berlebihan.. Saat kuliah, saya yang memang hobi menulis ini pernah mencoba menulis buku diary, setelah melihat serunya saudari Autie menulis diary dan ketika hadirnya buku coklat di tengah2 kami *senangnya buku coklat ketemu dan lucu ya mengingat betapa konyolnya kita dulu..*. Namun, baik diary di computer maupun di buku, hanya bertahan beberapa hari. Akhirnya tuh buku malah menganggur dengan tidak jelasnya setelah sebelumnya sempat pula dijadikan catatan serba-serbi, aneh. Ya begitulah, menulis diary memiliki kesenangan sendiri, apalagi jika dibaca di kemudian hari. Semua itu memang indah pada waktunya.

patience..

Tell me and teach me about ‘patience’..
Apakah kita selama ini sudah tergolong orang2 yang sabar?? Sesungguhnya Tuhan bersama orang2 yang sabar bukan?? sabar menunggu jodoh, sabar menghadapi cobaan, sabar dalam segala hal.
Mengapa tiba2 saya berpikir seperti ini? Adalah seorang dosen pembimbing-yang-malas-menyebut-namanya yang membuat saya merasa diuji kesabarannya berkali2. Dosen yang terkenal sangat labil itu *lebih labil mana ya sama saudari dian?hehe..piss di!* berhasil membuat saya mengelus dada, menahan tangis, meneguk ludah *emang segini lebay-nya kok..* sebanyak 2 kali. Kerjaan saya yang sebelumnya telah disetujui ternyata pada bimbingan berikutnya ditolak dan harus-mengulang-dari-awal, bujedddd.. Kerjaan bertapa sebulan tuh, yah 3 minggu lah, hasil semedi di gedung biru, hiks.. *terima kasih kepada teman2 semua atas dukungannya..*
Impian dan target bulan depan seakan sirna dan saya merasa hari2 ke depan akan berat. Bah, mau lulus aja kok berasa dipersulit begini ya?? Tapi lagi2 saya percaya dan berasa yakin bahwa Tuhan bersama orang2 yang sabar. Bahkan, saya akan berusaha menjadikan ini sebagai kekuatan baru untuk saya untuk menunjukkan kemampuan, hehe.. Yah, berusaha menghibur diri sendiri dengan optimis. Kita pasti bisa!! Kesabaran juga diperlukan di bidang kehidupan yang lain. Jika menghadapi cobaan, dikecewakan, dan lain halnya. Namun, berusaha positif dan optimis akan lebih baik dalam menyikapinya. Entah mengapa, itu bisa membuat kekuatan dan semangat baru buat kita. Sebuah senyuman dapat mengubah segalanya (kutipan iklan TV). Semangatlah, kawan!

our family is everything..

Keluarga..
Tempat tumbuh,berkembang,dan dewasa
Tempat ditemukannya segala cinta, mulai dari cinta kedua orang tua, anak pada orang tua, antar saudara, dan sebagainya. Cinta sebenar2nya cinta, yang tak lekang dimakan usia dan waktu *halah2, mulai aneh bahasa gw*
Mungkin di luar sana banyak tempat untuk mencari kebahagiaan semu, misalnya kafe,mal,restoran,atau apapun lah tempat hiburan lain. Tapi,dimanakah tempat dimana terdapat kebahagiaan yang alami dan dimanakah tempat berkeluh kesah yang paling jitu??KELUARGA..
Benar adanya, bahwa orang yang selalu ada untuk kita, selalu mengingat kita, nrimo kita apa adanya, adalah keluarga kita sendiri. Perhatian dari seorang pacar pun tidak ada apa2nya dibandingkan perhatian yang diperoleh dari keluarga.
Peranan keluarga sangat penting, apalagi buat mahasiswa perantauan seperti saya ini. Makanya, saya memilih foto halaman belakang rumah sebagai wall paper laptop, ceritanya klo homesick tinggal liat tuh foto sama foto2 keluarga, hehe..

Tak terasa saya meneteskan air mata ketika adik saya-yang-super-plegmatis berkata, Gak sadar kamu,betapa pentingnya kamu di rumah ini?? Waw, terharu sekali..

career and our future..

Setelah postingan terakhir dibilang sangat curcol, kali ini dapat dijamin bebas dari curcol, hahaha. Karir dan masa depan sangat erat kaitannya, dimana karir merupakan himpunan bagian dari masa depan. Setelah melewati TK 2 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, kuliah 4-5 tahun, lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya??? Boleh jadi kerja, kuliah S2, ataupun gak ngapa2in. Semuanya tergantung pada masa depan yang kita inginkan.

Sebenarnya, penentuan masa depan sudah dimulai sejak kita memilih jurusan dan tempat kuliah. Tidak seperti lulusan SMP yang hanya memikirkan ingin SMA dimana, tapi saat lulus SMA harus menentukan jurusan apa, tentu saja meihat kemampuan, minat, dan prospek ke depan. Di sini peran orang tua sangat penting, biasanya anak akan melihat orang tua sebagai role model yang paling dekat dan orang tua pun memiliki keinginan terpendam anaknya-akan-menjadi-apa-nantinya.

Dalam memilih karir juga sama, tergantung masa depan seperti apa yang kita inginkan. Jika ingin menjadi pekerja kantoran, tentu tidak akan memilih job yang pasti akan ditempatkan di lapangan. Kemudian, jika niatnya ingin mengejar karir sampai mampus *berlebihan sangat*, pasti akan lebih menguntungkan memilih perusahaan yang terbuka dan cepat naik pangkat. Lalu, jika ingin membuktikan diri dan menggemukkan pundi pribadi, bisa memilih konsultan, perusahaan asing, ataupun sebagai investment banking.Untuk investment banking, bukan hanya menggemukkan perut sendiri, tetapi juga membuat yang kaya akan menjadi semakin kaya, haha.. Sebaliknya, jika ingin santai, ya pilih aja pekerjaan yang santai, begitulah kiranya gambaran beberapa masa depan dan karir yang ada.

Lalu, masalah gender. Dapat dikatakan pria mendapat posisi yang lebih diuntungkan dalam hal karir, dimana tidak terbentur oleh masalah kodrat yang masih kental dengan budaya timur, seperti halnya wanita. Terima kasih kepada Ibu Kita Kartini yang telah melepaskan wanita dari katak di bawah tempurung dengan emansipasi wanita yang dimotorinya. Walaupun begitu, tetap saja bagi saya, wanita ideal adalah juga harus dapat mengurus rumah tangga dengan baik, selain ia juga bekerja. Karena tetap saja pria sebagai kepala rumah tangga dan ego pria tentu tidak ingin istrinya bekerja melebihi dirinya sendiri *biasanya loh,gak tau klo yang gak mainstream*. Oleh karena itu, banyak pertimbangan yang harus diambil oleh para wanita, terutama bila belum mempunyai calon pasangan hidup, dalam memilih pekerjaan. Bukan jangka pendek yang dipikirkan, tetapi juga jangka panjang yang diharapkan, apakah nantinya akan berprospek, apakah akan memberatkan, apakah sesuai dengan keinginan, dan sebagainya. Orang tua saya berpendapat bahwa sebaiknya memilih pekerjaan di awal dengan baik dan tidak menjadi kutu loncat nantinya, karena pasti akan sulit juga dalam hal mengejar karir nantinya. Yah, begitulah kiranya gambaran akan ke depannya, semangat mahasiswa tingkat akhir!!

nb : memproklamirkan musuhan sama speedy saya, memikirkan untuk mogok dan tidak akan membayar speedy bulan ini, au ah kesel banget..speedy is brekele dan pelayanannya amat sangat burukkkkkk..

Aku hanya ingin..

Aku hanya ingin kamu ada
Aku hanya ingin kamu menemaniku
Aku hanya ingin kamu mewarnai hariku
Aku hanya ingin kamu mendukungku..
Mendukungku menjalani saat2 ini..
saat aku bosan dengan rutinitas yang harus kujalankan..

Aku hanya ingin melihat senyummu..
Aku hanya ingin mendengar candamu..
Aku hanya ingin tertawa bersamamu..
Aku tidak berharap kau merasakan apa yang kurasakan..

Aku hanya ingin menjadi teman terbaik untukmu..

June,8th 2008
2:37 am

hotspot..oh..hotspot..

Yak, hari ini saya datang ke kantor tempat saya TA terlalu pagi, jam 8.10 masih terlalu pagi untuk saya, yang statusnya mahasiswa TA. Satpam pun berkomentar “Mbak Nurul, datengnya pagi banget..”. Maaf deh mas, saya kan nebeng Bapak ke kantor, hihi. Alhasil, seperti yang telah saya perkirakan sebelumnya, sang pembimbing pun belum datang. Krr..krr..daripada saya hanya bengong di depan kulkas yang penuh berisi botol minuman ringan, saya pun membuka laptop. Niat awalnya adalah mereview lembar Excel terakhir hasil progress. Namun apa daya, otak saya tak kuat dan mendadak mengalami gejala agak amnesia, maklum sudah 2 minggu lamanya, hehe..

Sudah terlanjur membuka laptop, saya iseng2 membuka Network connections dan mengecek wireless yang dapat dideteksi. Alangkah bahagianya saya ketika muncul tulisan Hotspot-Qirandra, bagai menemukan air di gurun pasir, tapi kali ini bukan fatamorgana,hihi.. Lantas saya coba buka opera, ternyata diinformasikan dibutuhkan sebuah account yang bisa diproses di kantor Qirandra Information Technology di lantai 17. Saya baru tahu, kantor tersebut adalah salah satu provider internet dan mestinya melayani penyewa di gedung. Sesampai di lantai 17 yang hanya berjarak 3 lantai dari lantai saya menunggu, saya carilah kantor tersebut dan masuk ke ruangan yang bertuliskan Qirandra Information Technology terukir di sebuah pintu masuk.

Di sana, saya menemui Mas Iwan, yang setelah saya berhasil mengenet-gratis-via-hotspot barulah saya ketahui namanya. Dengan modal senyam-senyum-sok-ramah dan memasang tampang-manis-penuh-harapan, saya menguraikan maksud kedatangan saya untuk meminta account hotspot gratis, yang mestinya hanya untuk beberapa kantor saja, haha.. Dengan modal minim tersebut, dapatlah account yang saya mau. Di sana tanpa sengaja juga bertemu dengan 2 orang anak ITB, berasa menemukan saudara di tengah perantauan *super duper lebay*.

Alkisah, sekarang saya bisa menatap hari2 ke depan dengan semoga-lebih-cerah karena ada fasilitas hotspot, jadi tidak sepilah aktifitas menTA di gedung biru ini. Sekarang, yang saya pikirkan adalah merencanakan tindak kejahatan, dimana harus dapat berinternet ria di cubicle tanpa ketahuan, hihi.. Namun, kecewalah saya, fasilitas hotspot tidak bisa dideteksi di cubicle saya, jadi seperti saat saya memposting ini, harus kabur ke smooking room di lantai 17. Tapi, koneksi internet di sini, mantab kalipun, cepatnyo..huaaha..