si putri tidur,,

Entah knapa saya ingin bercerita mengenai si putri tidur,alias diri saya sendiri,haha..Mengapa saya bisa merasa seperti putri tidur?kadang terjadi pada satu periode waktu tertentu yang belum diketahui jenis distibusinya..Aktifitas yang berbeda2 tiap semester membuat siklus hidup (halah..lebay) berubah secara random. Tanya kenapa?! Semester 7 kemarin, sks yang saya ambil cukup banyak,ditambah sks tambahan seperti rapat,meng/di-asistenin,main,di lab,dan lain2,sibuklah ya si saya ini,haha.. Sekarang,sks yang diambil jauh lebih sedikit, walaupun bebannya kayaknya tidak berkurang secara signifikan deh,weleh2..skip ah..Alhasil,saya sekarang sering ada tambahan tidur siang dan entah knapa menjadi sulit tidur cepat. Whew,ini pasti akibat semester2 sebelumnya deh..

Akhir2 ini dengan hebatnya saya tidak pernah tidur sebelum jam 12 malam dan bangun pagi seperti biasa. Puncak keletihan terjadi pada hari ini,dimana jam 7 pagi ujian-yang-sangat-menguras-tenaga dilanjutkan dengan kuliah pemodelan jam 10 pagi yang sangat menguras tenaga-mental-otak-mata.super duper kombo syalala memang. Saya sempat tertidur sesekali kejap pada kuliah itu,sengaja ambil posisi menguntungkan,haha.. Selesai kuliah,saya bersama saudari autie melakukan aktifitas wanita di sebuah tempat komersil di daerah Cipaganti. Saya yang sangat letih dan mengantuk tentu saja sampai tertidur, haha memalukan memang..

Jadi teringat kembali, saya memang mudah sekali tertidur dimana pun,terutama ketika letih. Baru2 ini dalam perjalanan Bandung-Jakarta by xtrans di malam hari, saya yang selalu tidur di travel ini kembali ketiduran, bangun2 menemukan benjol di kepala yang baru hilang 2 hari kemudian, parahnyo.. Tidak diketahui secara pasti ini merupakan keuntungan atau kerugian,hoho.. Yang jelas, dalam pikiran saya,setidaknya saya harus memberikan reward atas aktifitas tubuh saya selama ini. Hibernasi mode on,hahaha..

just intermezzo, dalam pikiran saya saat ini sedang ingin belajar merajut kembali, dimana aktifitas tersebut sempat saya lakukan saat SD, haha..

friday lunch gossip,,

Wheww,,berasa sudah lama saya tidak posting dan bergabung dengan aktifitas blog. Ah dasar,masih sebagai si-gak bisa-atur-waktu, hehehe.. Tertarik untuk memposting mengenai salah satu aktifitas saya bersama beberapa teman saya. Hari Jumat kemarin, dilakukan aktifitas friday lunch gossip yang memang sudah menjadi kebiasaan dari saya, saudari Anya, dan Autie. Namun, kemarin juga ada 4 orang lainnya, yaitu saudari Dian,Uci,Kicew, dan Nadya. Berikut adalah pose kami dengan tidak tahu malunya..

Dengan memesan Hoka Hemat saja dan es, kami menginvasi Hoka-Hoka Bento jl.Merdeka selama sekitar 2 jam. Waww.. Tahukah Anda, apa topik pembicaraan beberapa orang wanita yang berstatus mahasiswa tingkat akhir (amin) di salah satu perguruan tinggi negri di Bandung? haha..preambulenya panjang aja. Berikut cuplikannya.

1. Membicarakan tentang arisan di hari tua, hahaha..

2. Membicarakan salah satu teman kami..si-gak boleh-disebut-namanya..

3. Membicarakan tentang film ampas yang disingkat TPP. Mengingat hanya saudari Dian yang menonton, maka kami hanya mendengarkan dan memberi tanggapan saja..

4. Masih seputar infotainment dan artis yang menarik untuk diperbincangkan, tapi bosen juga..saudari Uci paling jago untuk masalah yang satu ini..

5. Membicarakan karakter diri buat buku angkatan, ketawa ngakak..

6. Membicarakan sebuah pengetahuan yang membuat beberapa dari kami bergidik. Sayang,tidak ada saudari Inez yang pasti seru jika ada dia..

7. Membicarakan tentang tempat yang ingin dikunjungi oleh saudari Anya,Uci,dan Nadya setelah makan siang, tidak jauh dari wanita yang pasti..

8. Membicarakan tentang aktifitas wanita yang ingin saya dan saudari Autie lakukan..

9. Membicarakan tentang kegiatan masing2 kami, kayaknya ada sedikit curcol di dalamnya..;p

10. Membicarakan tentang apa yang menurut saudari Anya adalah sebuah FAQ..tapi ini kayaknya porsinya kecil deh..

11.dll.

Wahahaha.. Memang kebiasaan makan siang bersama di hari Jumat sudah sejak lama kami lakukan, sungguh menyenangkan walaupun saat di angkot mungkin ada yang merasa terganggu,haha..Saat para pria solat Jumat, saat itulah kami melakukan friday lunch gossip.. Menarik dan sangat menyenangkan tentunya..

Tontonan mendidik,,

Karena bangun terlalu pagi (3.46 am) akibat tidur terlalu sore (6.50 pm) saya jadi ingin menge-post sesuatu. Pada tanggal 19 April 2008, saya berlibur bersama beberapa teman ke sebuah penginapan milik seorang dari kami di daerah Ciwidey. Malamnya kami menonton bersama dengan modal infocus yang dibawa dari kampus, puasss lah.. Setelah melalui perdebatan antara menonton Juno atau 1 missed call, akhirnya ditontonlah Juno. Sebelumnya, saudara Mirza dan Fifi mempromosikan film tersebut yang katanya salah satu nominasi Oscar, best script, dan apalah itu.

Ceritanya kira2 begini. Ada seorang high school student about 16 years yang tiba2 pregnant akibat sexual active. Drama ini mengisahkan bagaimana si wanita menjalani masa2 hamilnya dan akhirnya memberikan bayinya untuk diadopsi. Saya sempat kaget melihat ekspresi sang step mother dari si wanita saat anaknya mengaku dirinya hamil. Ekspresinya cenderung biasa saja, tidak marah2, dan langsung ke arah solusi, beda sama yang biasanya ada di sinetron2 negri ini.

Alur cerita bagus, walaupun sangat drama sekali. Saya masih sebagai si-gak bisa-nonton-drama sukses tertidur di tengah2 cerita. Beberapa dari kami pun mengalami hal yang sama. Ceritanya sebenarnya cenderung bagus, menceritakan pula bagaimana keburukan sexual active dan aborsi. Si wanita sempat ingin aborsi, tapi tidak jadi. Namun, saya cenderung berpikir kemasannya kurang menarik, cenderung membosankan. Mungkin hal inilah yang belum biasa ditangkap masyarakat kita. Kemasan seharusnya mendapat peranan penting selain isi cerita itu sendiri. Terbukti dengan suksesnya film Ayat-ayat Cinta dan berbagai film hantu di bioskop negri. Film AAC, cerita dan kemasan sama bagusnya, sedangkan untuk film2 hantu ‘no comment’ deh. Kemasan bagus, tidak mungkin tertidur di tengah2 cerita, tapi saya tetap tidak menangkap adanya pesan moral di balik film2 tersebut.

Hal inilah kiranya yang mungkin perlu diresapi menurut saya jika ingin menyajikan tontonan yang mendidik. Tidak hanya sibuk memikirkan ide cerita saja, namun juga kemasannya pun harus menarik. Ibaratnya seperti produk di supermarket, pastilah kemasan menarik lebih dipilih oleh pengunjung bukan?! Hoho..

Liburan di kala penat,,

Adalah kami,beberapa orang yang sibuk dengan pra seminar dan kepenatan kuliah serta hal2 lain,berusaha liburan di sebuah weekend..Berikut dokumentasi yang diambil melalui kamera Batari,haha..

Act.1 Breakfast.Tempat tujuan pertama kami adalah Nasi Kuning SSC. Yak,untuk kali ini tempat kumpul bukan di lantai 4 gedung TI seperti biasanya.. Naskun ini memang menjadi salah satu andalan tempat sarapan favorit.

Act.2 Paintball game. Setelah sarapan, perjalanan dilanjutkan dengan konvoi 3 mobil menuju daerah Lembang. Salah satu inti dari liburan kali ini adalah bermain paintball di Sari Ater. Seru banget!! Let guess,berapakah jumlah wanita pada sekumpulan orang berseragam tentara ini?? hahaha..

Act.3 Lunch. Setelah lelah bermain paintball, kami makan siang di sebuah restoran Sunda bernama Sindang Reret. Minuman yang disajikan menarik, segar. Walaupun dengan harga yang lumayan juga, haha..

Act.4 Hot Water. Abis makan siang, kembali lagi ke Sari Ater, berendam di kolam air panas Sari Ater. Walaupun hujan, tapi tetap saja OK. Kabarnya, air panas ini bisa meningkatkan kesehatan tubuh. Asap yang terlihat di udara berasal dari kolam ini.

Act.5 Blitz-ing. Petang harinya liburan kami dilanjutkan dengan menonton di Blitz. Film yang menjadi pilihan kami adalah Vantage Point. Di sana sempat ketemu sepasang pasangan TI 2003, maklum malam minggu..Tidak sempat foto2 disana, jadi tidak terdokumentasikan.

Act.6 Dinner. Beberapa orang dari kami menyempatkan diri makan malam bersama, yaitu saya, Gita, Edo, Achan, Galuh, David. Karena sudah terlalu letih, maka kami memutuskan makan di Cowboy saja. Kembali lagi tidak terdokumentasikan, karena si empunya kamera tidak ikut, haha..

Demikianlah liburan kami yang sengaja-disempatkan di kala kepenatan dan kebosanan melanda,haha.. Hanya sehari, tapi sungguh efektif. Menginginkan acara semacam ini lagi, hoho..

nb:Terima kasih kepada saudara Oddy yang telah memberikan saya pelatihan singkat mengenai upload foto, haha.. Oya, fyi, tertanggal 18-4-08 jam 2.48 waktu laptop telah di telurkan istilah baru untuk menyatakan’ kejadian yang pernah dialami dan terulang oleh orang yang berbeda’ dinyatakan ‘depity’, oleh saudara Oddy dan saya sendiri, Nurul..*rolling on the floor laughing,,hahaha….

thinking of me,,

Ditemani lagu2 mellow yang terdengar dari kamar saudari dian dan dari headset saya sendiri, saya berpikir.. Pemikiran yang kadang terlintas begitu saja dalam benak saya, dimana mungkin banyak orang pernah mengalami hal tidak-sengaja-berpikir tersebut.

Saya berpikir..jika saya diberi pertanyaan,apakah pengalaman terbaik dan terburuk saya??well,,saya mungkin akan menjawab dengan ngak-nguk,dimana apa yang akan saya jawab belum tentu memang benar itu pengalaman terbaik dan terburuk saya,hanya kebetulan ingat dan terlintas. Lantas sebenarnya,apakah saya sudah berhasil memaknai hidup ini dengan baik?Apa kehidupan yang saya jalani hampir selama 22 tahun ini?yak,bulan depan usia saya memang sudah menginjak 22 tahun. Tapi,banyak kejadian yang seakan berlalu begitu saja dan tidak membekas dalam benak saya. Penyakit amnesia memang kadang tidak pilih2 sih. Paling gawat adalah saya suka melupakan pernah bercerita sesuatu hal kepada seseorang, saudari Anya dan Autie paling sering mengalami ini, hehe..

Jadi sebenarnya, sejauh mana kita sudah memaknai hidup ini dengan baik?Jika hanya melakukan hal monoton saja, tentu saja hidup menjadi kurang berwarna, hehe.. Tapi kadang,kemanakah hilangnya pengalaman dan perjalanan hidup itu? Kadang berlalu begitu saja. Selama ini saya menjalani hidup hanya dengan motto berjuang,berdoa,dan berusaha. Apakah saya seorang yang ambisius? Saya pikir tidak terlalu, masih wajar, hanya keinginan yang mungkin juga diingini oleh banyak orang pada umumnya.

Sebuah pemikiran sederhana dimana saya hanya ingin berjuang berusaha memberikan yang terbaik bagi orang2 di sekeliling saya.

Seperti sebuah botol, yang dapat diisi ulang dan diminum oleh banyak orang. Saya hanya ingin terus belajar dan berusaha memaknai hidup ini dengan lebih baik saja. Melihat betapa banyaknya hal yang dapat disentuh, dimaknai, maupun dinikmati..

is it ’serendipity’??!!

Do you believe that people called ’serendipity’? Ada filmnya, dimana saya sukses tidur di tengah2 film, waktu itu amat sangat tidak suka nonton film drama, aneh memang buat seorang wanita, haha.. ok,skipp..bukan mau cerita tentang isi filmnya.

Berdasarkan isu2 yang berkembang, saya mendeskripsikan serendipity sebagai ketidaksengajaan-untuk bertemu-dengan seseorang-yang tidak dikenal familiar-untuk kesekian kalinya. Aduh,susah begini menjelaskannya, jadi tolong bantu koreksi jika terdapat kesalahan..:)

Alkisah adalah seorang saya yang merasa mengalami suatu serendipity tersebut. Tertanggal 14 April 2008 saya sedang berada di lantai 8 gedung Menara Jamsostek di Jakarta untuk menghadiri sebuah acara. Saat itu saya berkenalan dengan seseorang yang begitu melihatnya entah kenapa saya langsung teringat seorang teman saya di Bandung bernama Achan,haha..Her name is Merry Lim. Saya dan Merry mengobrol dan bercerita banyak hal karena kebetulan kami juga sedang menunggu acara mulai dan datang terlalu ‘pagi’ dari yang seharusnya. Salah satu obrolan tersebut adalah saya menceritakan seorang kenalan saya, dimana saya mengenalnya di sebuah acara sejenis sekitar 3-4 minggu yang lalu, sebut saja dia si A. Nah, saya bercerita tentang si A ini kepada Merry karena dia mengingatkan saya pada seorang artis terkenal dari negeri ini, yah tau lah yaaa..(*malas skali menyebut nama si artis). Baru saja saya selesai bercerita, tak dianyal si A ini tiba-tiba hadir di depan mata saya dari arah lift. Even saya pun lupa namanya, hanya ingat huruf depannya ‘A’ saja, hehe.. Saya pun terkaget – kaget dan ia pun tampak heran melihat kehadiran saya di sana. Well, Merry pun hanya tertawa dan berkomentar aneh.

Yah, saya tidak pernah merencanakan akan bertemu dia kembali. Oleh karena itu, saya tidak berusaha untuk mengingat namanya saat saya bertemu dengannya untuk pertama kalinya. Saya tidak tahu berapa kali pertemuan bisa dianggap sebagai serendipity, ada yang tahu?? Hikmah dari kejadian ini adalah saya kembali tahu nama si oknum ‘A’. His name is Arief, haha.. Semoga saya masih ingat namanya jika terjadi pertemuan selanjutnya..

Just my opinion about ‘Pemilu Jabar’..

Saya bukanlah seorang wartawan media cetak lokal ataupun seorang tim sukses salah satu pasangan calon (ya gak mungkinlah yaw..) Saya hanya tertarik menulisnya berdasarkan apa yang saya lihat, jiwa jurnalis memanggil, haha.. Sistem yang terlibat dalam pemilu sangatlah luas, namun narrow system saya hanya terletak seputar fasilitas TPS saja.

Kisah diawali ketika saya mampir ke kontrakan teman saya di kawasan Komplek Alamanda, sebuah komplek yang menurut saya elit terletak di kawasan Tubagus Ismail. Saat saya melewati sebuah rumah yang tidak jauh dari rumah teman saya, teman saya mengatakan bahwa rumah tersebut digunakan sebagai base camp oleh salah salah satu pasangan calon, waw menurut saya. Kami berpikir pasti sedang sibuk si pasangan calon dan timnya tersebut, berhubung keesokan harinya, yaitu tepat hari ini dilangsungkan Pemilu Gubernur Jabar. BIla dipikir, tingkat legislatifnya hanya setingkat di bawah Presiden, jadi wajar jika tampak heboh. Apalagi hal ini untuk wilayah Jawa Barat, yang tidak jauh dari Jakarta. Sebagai intermezzo, mobil kami berpapasan dengan sebuah mobil mewah yang dari plat nomor mobilnya menunjukkan mobil salah satu pasangan calon. Entah mobil si calon sendiri, ataupun tim kampanye. Saya pun berkomentar ‘niat betul sampe ganti plat nomor mobil” dan teman saya pun menimpali ‘yah ketimbang ganti plat mobil, gak seberapa”. Well, benar juga pikir saya.

Tidak jauh dari rumah teman saya tersebut, didirikan sebuah tenda di sebuah kavling kosong yang kami yakini akan digunakan sebagai TPS. Well, bila boleh saya katakan, tenda tersebut tampak seperti tenda untuk pernikahan, berbahan kain putih dan merah yang bagus, seperti untuk pernikahan. Rapi dan bagus sekali TPS ini. Saya pikir, mungkin disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar.

Tadi pagi saya berniat membeli sarapan sambil melihat seputar hari pencoblosan. Di dekat kos saya pun, tampak 2 buah lokasi TPS, dimana kondisinya cukup jauh berbeda dengan TPS yang sehari sebelumnya saya lihat di Komplek Alamanda. TPS yang satu kondisinya tidak terdapat antrian yang cukup berarti dan tenda yang berbeda dengan TPS di Alamanda. Tenda ini tampak tenda seadanya saja, dengan tanpa atribut dan desain yang macam2. Tampak pula kursi plastik putih berjajar, untuk tempat pemilih menunggu giliran.

Melihat hal tersebut, saya menjadi penasaran untuk melihat kondisi TPS yang satunya, yang terletak di dekat kosan saya juga. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, namun kursi yang digunakan adalah kursi kayu kecil yang biasa saya gunakan dulu ketika sekolah. Antrian pun tampak cukup panjang di TPS ini. Wah, kesenjangan adalah kata pertama yang terlintas dalam pikiran saya melihat tiga kondisi TPS yang berbeda-beda. TPS pertama yang dekat dengan base camp salah satu pasangan calon dengan dua TPS lainnya. Apakah kondisi TPS disesuaikan dengan lingkungan atau how?! Saya tidak mengerti dan tidak peduli sebenarnya, hanya tertarik untuk memaparkannya saja. Fyi, sebenarnya saya mempunyai hak pilih di rumah saya di kawasan Bekasi. Akan tetapi, tentu saya tidak akan mengeluarkan 100 ribu rupiah pp Xtrans hanya untuk menyoblos, dimana belum tentu hasilnya akan positif, haha..

Lari pagi yukkk..

Sebuah aktifitas di pagi hari dimana lagi menjadi trend di kalangan anak2 ti, teman2 saya. Setelah sekian lama tidak lari pagi (klo menurut saudara Eja setaun, berlebihan abisss..) karena teman lari pagi saya, yaitu saudari Muthe, juga sudah lama tidak mengajak saya lari pagi. Akhir2 ini, saudari Gita mengajak saya lari pagi, dengan alasan bentrok kuliah dan sebagainya saya tidak pernah bisa melakukan aktifitas tersebut, padahal ingin loh.. Akhirnya, saya berhasil lari pagi juga di hari Sabtu kemarin. Bangun tidur dengan sangat pagi karena sehari sebelumnya terlalu banyak tidur (baca : sindrom pasca ujian), saya berangkat setelah berhasil membangunkan saudari Gita dan gagal membangunkan saudari Muthe.

Sesampainya di sana, tepat seperti dugaan saya, Sabuga penuh sekali dan saya jumpai banyak teman2 saya sudah terlebih dahulu lari pagi. Saya memasang pembelaan ’sudah bangun dari tadi’ ketika saudara Eja tampak sedikit mentertawakan saya yang memang baru tiba jam 7.25. Keterlaluan sih memang untuk ukuran lari pagi. Tanpa pemanasan yang cukup berarti saya akhirnya memulai aktifitas lari pagi. Tampak letih dan saya berpikir performansi saya menurun untuk lari pagi. Menurut teman saya, wajar karena saya baru memulainya kembali. Dalam hati saya berpikir untuk mencoba melakukan lari pagi secara kontinyu jika tidak ada kuliah di pagi hari, ada teman untuk lari pagi, tidak ada aktifitas lain di pagi hari, dan tidak sedang di jakarta. Hahaha, sebenarnya saya niat tidak ya??!!

Let guess, keesokan harinya, yaitu saat saya menulis postingan ini, badan saya merasa sakit2, terutama di bagian tangan, bahkan untuk mengetik saja pun merasa sakit. Alhasil, aktifitas saya bersama keyboard pun berkurang, dimana seharusnya saya mengerjakan tugas mata kuliah TI-4321 bersama saudari dian, mirza, dan aldut. Mendengar badan saya sakit2, saudari dian mengajak saya creambath. Pikir saya, lemah sekali saya, ingin sehat malah badan sakit2, dan saya juga tidak yakin untuk creambath. Tidaklah mungkin setiap saya lari pagi harus berakhir dengan creambath, berpikir jauh ke depan.

Setelah saya pikir2, ternyata saya tidak melakukan pemanasan cukup ditambah semalam tidur terlalu malam dan terlalu banyak beraktifitas mengetik membuat saya menjadi tidak fit. Tapi hal ini semoga tidak menyurutkan niat saya untuk rutin lari pagi. Saat ini, saya pun sedang berusaha mengkonsumsi makanan secara seimbang. Hahahaha… Demi kesehatan actually..

pria-salon-wanita..

Disini saya ingin menjabarkan tentang hubungan pria,salon,dengan wanita. Halah..(*sindrom pasca ujian mode on). Saya bersama saudari Autie dan Sarah berkunjung ke sebuah salon di bilangan Setiabudhi, dengan niat menggunakan voucher yang sayang-jika-tidak digunakan. Salon tersebut memang didominasi oleh wanita, namun terdapat 2 orang pengunjung yang tampak tidak ingin melakukan perawatan apapun disini, melainkan hanya menunggu, mungkin teman/kolega/kekasihnya menyalon.

Saya tertarik memperhatikan seorang pria yang tampak sedang menunggu kekasihnya melakukan aktifitas blow rambut. Sang pria duduk manis di sebelah wanitanya, bukan menunggu di ruang tunggu seperti pria pada umumnya. Ia tampak konsentrasi dengan hp di tangan, mungkin sebagai penghilang rasa bosan. Yang saya ingin soroti di sini adalah mengapa pria harus menemani kekasihnya menyalon dan menunggu tepat di sebelahnya? padahal ia sendiri pun tampak tidak nyaman dengan aktifitas tersebut. Entah kenapa saya merasa aneh, mungkin hal ini saya rasakan karena pria jarang yang ingin pergi ke salon, apalagi untuk hanya menemani kekasihnya, dan duduk tepat di sampingnya pula.

Pengunjung salon memang sangat didominasi oleh kaum hawa, namun profesi sebagai pekerja salon sekarang sudah diinvasi oleh para pria. Bahkan, kaum pria dirasakan memiliki kemahiran dan keahlian yang lebih tinggi dalam per-salon-an dibanding kaum wanitanya. Saya lebih suka ditangani pria dalam segi style. Namun, mengapa hanya terjadi pada pekerja salon saja? emansipasi tampak tidak terjadi pada pengunjung salon. Sebagian besar pria lebih memilih barber shop aka pangkas rambut apabila ingin mencukur rambut. Bukan hanya harga yang lebih murah, tetapi juga ada rasa malu apabila pergi ke salon. Untuk saat ini, salon memang masih identik dengan wanita, walaupun pekerja salon sudah mulai diinvasi kaum pria.

Perang tarif provider..(merugikan atau menguntungkan?!)

Well, akhir-akhir ini saya merasakan perang tarif provider semakin menggila saja. Bahkan saat ini terdapat sebuh provider GSM baru yang berani memasang harga ‘murah’, spanduk, baligo pun sudah terpampang manis di beberapa sudut, bisa dilihat dengan jelas di seputar BEC. Saya pun tetap setia dengan sebuah provider GSM yang ‘murah’ jika dipakai YM-an dan sebuah provider cdma yang juga banyak teman saya memakainya. Sebenarnya, belakangan ini frekuensi saya memakai pulsa hp berkurang cukup signifikan, mungkin dibanding sebulan yang lalu atau beberapa bulan sebelumnya.

Adalah hal biasa jika saya sering tidak bisa berkomunikasi via telpon dengan menggunakan provider cdma saya setelah jam 6 sore. Namun, kejadian yang saya alami pada tanggal 7 April 2008 lebih parah lagi. Selain tidak bisa berkomunikasi dengan cdma, saya pun tidak bisa berkomunikasi dengan menggunakan provider GSM saya. Huf, esmosi jiwa jadinya, padahal saat itu saya sedang ada keperluan penting (mengambil payung yang tertinggal di kosan Desti dan memiskol Mirza). Setelah dicoba beberapa kali, masih juga tidak bisa..Alhasil, saya tidak jadi menghubungi kedua teman saya itu.

Well, saya pun sering mendengar komentar teman-teman saya lainnya yang menggunakan provider berbeda mengeluhkan hal yang serupa. Jika begini, sebenarnya perang tarif provider menjadi menguntungkan atau merugikan?! Memang, pulsa hp sekarang berasa tidak cepat habis, namun komunikasi pun menjadi tidak lancar.. ‘Benar-benar’ menguntungkan konsumen kah?!

« Older entries