my life has changed..

Welcome back to me, hahaaa.. Setelah sekian bulan gak nulis blog, akhirnyaaaaaa..kembalilah saya ke dunia blog, uhuyyy..

Emang, hidup gw berubah, lebih mirip ke kehidupan SMA, ahhhh.. miss my college time…..Jadwal kuliah yang gak teratur, acara senang2, acara konyol2an, acara sok sibuk di himpunan ma unit, acara sok sibuk di kepanitiaan itb, blablablaaa..

Now, my life has changed. Punya temen2 baru, punya lingkungan baru yang bener2 beda, lingkungannya udah bukan seumuran lagi, ditambah gak bisa lagi berbuat konyol2an, hahahaaa.. *tau lah ya,konyol2an yg dimaksud, heheee..*

Rutinitas gw dimulai dari pas azan subuh, dimana it’s time to wake up. Lalu mandi, solat subuh, mikir pake baju apa hari ini, beberes macem2, keluar setelah diklakson2, dan brangkatlah gw kira2 jam setengah 6 pagi! fufufuu.. Di mobil, ada acara sarapan, tidur ditemani Simpson kesayangan, bersolek dikit, dan sampailah gw di kantor jam setengah 7 pagi. Memang, saingan sama para OB, hahaaa..

Kegiatan paling nyebelin menurut gw adalah saat pulang kantor, dimana Tanah Abang – Bekasi bisa ditempuh dalam waktu 2 jam, makanya gw adalah orang yang paling on time buat pulang, heheheee.. Jadi kangen masa2 di Bandung, yang gak pake lama buat namanya transportasi, si bisa tidur dimana aja ini tentu aja tidur di bis selama perjalanan ke Bekasi, daerah commuter.

Wiken boleh dipastikan jadi saat2 membahagiakan, yeiy.. i love wiken..!! Tapi, si gw seringkali memanfaatkan waktu buat jalan2, yang jelas bukan sama pacar, hahahaaaa.. curcol..

miss my college friends, waiting every moments to gengthering, hahaaa..

wanita dan shopaholic..

Wanita dan shopaholic memang erat kaitannya satu sama lain, memang seorang wanita tidak bisa lepas dari kebiasaan belanja yang dimiliki. Ceritanya, saya dan saudari dian berencana membeli sendal bareng di sela kepenatan TA, dimana klo kata Edo kerjanya cuma makan-mandi-tidur-TA-jalan-bernafas,hahaha..Memang terdengar seperti tidak menarik rutinitas ini, beda sama semester2 sebelumnya yang masih ada organisasi,main2,belajar bareng,dan sebagainya.

Dalam rangka mencari sendal tadi, first destination kami adalah Ciwalk, berharap banyak sendal2 dengan penawaran menarik bisa kami dapati di salah satu department store. Ternyata, hasilnya nol besar, tidak ada yang menarik mata, hati, maupun dompet, hehe.. Akhirnya, kami beralih tujuan menuju BIP, dengan ekspektasi, pasti lebih banyak pilihan, karena selain ada department store juga banyak gerai2 yang menyediakan sendal wanita. Sesampai di sana, kami menuju department store, dimana pasti banyak pilihan dan berharap ada penawaran menarik dari segi harga alias diskon, hahaha.. Perjalanan kami kemari pun tidak sia2, saya dan saudari Dian menemukan sendal yang menarik mata dan hati, terlebih penawaran tambahan berupa tambahan diskon 20% dengan menggunakan kupon potongan diskon yang bisa diperoleh dari salah satu surat kabar nasional. Setelah menimbang sebentar, kami niat loh mencari surat kabar itu dulu sebelum membayar, demi mendapat tambahan diskon, hehe.. Memang, potongan diskon yang diperoleh menjadikan pencarian surat kabar ke toko buku yang ada di mall tesebut menjadi worthed. Setelah melakukan adegan pengguntingan kupon di kamar, barulah kami membayar sendal2 tersebut.

Hari itu menjadi hari yang menyenangkan, kenikmatan belanja memang memberikan arti tersendiri bagi wanita, yak wanita seperti kami, wanita pada umumnya, apalagi jika belanja dengan harga cukup murah, dimana pada bon tersebut, nilai hemat yang dihasilkan jauh lebih besar dari harga yang dibayarkan, haha.. Belanja bagi wanita juga bisa digunakan sebagai obat penghilang stres atau kepenatan selain salon..senanglah!!

sebuah pelajaran berharga..

Hari ini cuaca sungguh panas,pikir saya. Apa daya, karena isi dompet sudah tidak memungkinkan untuk hidup, pergilah saya ke ATM di Dago. Pada saat perjalanan pulang dengan angkot SSC kebanggaan warga Tubagus, di angkot tersebut terdapat 2 orang ibu2 yang minta diantarkan ke daerah Kanayakan masuk2 lagi,haha.. Pikir saya, yaudahlah, toh saya tidak terburu2 juga. Lika-liku daerah tersebut membuat saya sempat mengalami adegan nyasar bersama sopir angkot tersebut, seorang bapak2 setengah baya.

Wow, ternyata si bapak ini sangat ringan mulut, gemar sekali bercerita. Awalnya dengan sunda language, berhubung saya menjawabnya dengan bahasa ibu, percakapan kemudian diteruskan dengan bahasa ibu saja. Si bapak bercerita tentang anaknya, dimana ketika melihat saya, ia teringat akan anaknya. Seorang mantan mahasiswi salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini, yang mana sekarang telah bekerja di negara tetangga. Bukan ikut sebagai gerombolan pahlawan devisa, tapi untuk menerapkan hasil pendidikan kuliahnya. Bahkan, setelah ini sang anak akan pergi ke sebuah negara di Eropa.

Saya terkagum2 dan sangat salut mendengar cerita si bapak. Hati saya tergetir mendengarnya, berhubung memang lagi sensitif karena PMS *haha..emang lagi jago ngelesssss..*. Istilah banyak jalan menuju Roma, sangatlah benar. Teringat juga akan sebuah pernyataan di film Kungfu Panda, bahwa tidak ada resep untuk menjadikannya spesial, yang penting bagaimana kita menganggap spesial saja. Tidak ada jaminan bahwa kemewahan yang diperoleh seseorang saat ini, akan tetap dimilikinya di kemudian hari, dan begitu pula sebaliknya. Semakin menyadari saya juga, bahwa tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bekerja keras dan berupaya menyelesaikan apa yang sedang saya perjuangan. Huu..yeahh..Amin.

man is about gay or jerk..

Kalimat ini sempat didengungkan di telinga saya oleh saudari Anda beberapa waktu lalu. Yak, saat itu saya hanya mentertawakannya, malah membuat panggilan baru buatnya, yaitu “sarcastic alien”, dengan ilustrasi seseorang yang tidak-punya-rasa dan berperilaku tegas, haha bisa jadi berlebihan. Anehnya, dia malah senang dan tampak menikmati panggilan tersebut. *Aneh lu, Nda..* Postingan kali ini saya-amat-sangat-tidak-peduli dibilang curcol. Emang serius gak peduli, sekali2 lah, blog pribadi ini, biar para pria sadar jika almost of them only about gay or jerk. Saya tidak sesarkas itu untuk memberi imbuhan nothing else di belakang kalimat, tetapi saya modifikasi dengan kata2 almost of them di depan kalimat, hahaha..
Dengan menyumpel telinga menggunakan earphone berbacksound lagu2nya Coldplay saya biarkan tangan ini mengetik seiring dengan suasana hati. Wanita dengan hatinya memang kompleks. Tidak, saya bukanlah seorang wanita yang bisa nangis berhari2 dan meratapi nasib berhari2 karena ditinggal kekasih atau semacamnya. Saya juga bukan wanita lempeng yang masih bisa tertawa ketika disakiti pria. Untuk masalah disakiti, saudari dian menyatakan bahwa saya tidak pernah sakit hati. Bukan, bukan tidak pernah, melainkan tidak pernah larut dalam sakitnya hati lebih tepatnya. Bahkan, saya bisa akrab dengan orang-yang-seharusnya-saya tikung dan orang-yang-menikung-saya. Wuidih, cerita masa lalu, memang segitu kompleksnya. Dasar pria, tidak pernah sadar drama apa yang telah mereka perbuat. Bila dipikir, dia hanya pria biasa, yak pria pada umumnya, dengan sedikit kelebihan dan banyak kekurangan, tapi kenapa bisa membuat drama seperti sinetron?? Sayangnya, sinetron tersebut sudah berakhir dan tidak berencana membuat season 3, hahaha..
Ceritanya lagi2 saya kecewa untuk kesekian kalinya. Bukan, bukan oleh pria masa lalu, tapi pria masa kini dengan genre yang sama. Dia bukanlah pacar saya, bukan juga sahabat saya, melainkan hanya alien iseng yang mampir dalam hidup saya. Ya, hanya mampir, karena dia tidak akan pernah bertandang. Cerita seorang teman tentangnya membuat saya jengah dan berusaha menegaskan si hati bahwa ”he’s only a loser and a jerk, leave him”. Saya bukanlah seorang wanita dengan berjuta kriteria dalam memilih seorang choosen man, bukanlah seorang pria cumlaude yang saya inginkan, tapi saya juga tidak mau dengan seorang jerk, apalagi jika ternyata dia juga seorang loser. Aihh, masya Allah..
Hai para pria, saya tahu bahwa proporsi wanita lebih sedikit daripada pria, tapi apakah itu dapat menjadi alasan untuk bertindak sewenang-wenang, memilih dan meninggalkan wanita semaunya, tidak seekstrim seperti mengganti pakaian, mungkin seperti mengganti mobil. Jika ada mobil baru lebih bagus berpikir untuk mengganti yang lama dengan yang baru. Baru berpikir, tapi syukur alhamdulillah jika dapat. Kebiasaan pria bukan hanya dalam hal ’mengganti mobil’ saja, tapi sering juga terjadi saat ’merawat mobil’. Seringkali pria bertindak posesif, jika memungkinkan si wanita dimasukkan sangkar dan dibawa kemana2, mungkin sudah mereka lakukan. Kembali saya juga tidak setuju dengan hal ini. Wanita juga punya kehidupannya sendiri, tidak ingin seperti katak di bawah tempurung, percaya saja bahwa kami tidak akan terbang terlalu bebas tak terkendali. Biarkan saja kami mengejar impian kami, jangan pernah mengeluh berlebihan bahwa sang wanita sibuk sana-sini. Kami pun tahu diri dan tidak akan melanggar kodrat, bahwa pria ingin dihargai jelas kami mengerti. Namun, yang kami tidak ingini adalah membatasi dengan cara yang salah. *kami dalam hal ini refer ke pikiran saya sebenarnya*.
Tidak berhenti sampai di sini, ada juga pria yang merasa sang wanita sering protes hanya karena tidak di sms duluan atau cara romantis lainnya. Hanya karena si pria terlalu cuek dan menganggap hal itu bukanlah hal yang penting untuk dilakukan. Kembali lagi, seharusnya masalah ‘perhatian’ ini bukanlah hal besar yang harus diributkan, menurut saya hanya masalah saling mengalah dan saling mengerti, bukanlah sebuah tragedi seperti perbedaan agama yang memang sulit dipecahkan atau semacamnya. Kali ini saya bukan membela kaum saya, netral ceritanya.
Sebenarnya, masih banyak yang ingin saya tulis, tapi tidak ingin terkesan menghakimi lebih jauh. Untuk saat ini, saya sih lebih memilih menjadi wanita sarkas dan bergabung dengan ice club daripada memikirkan seorang jerk binti loser. I’m still a woman, not an alien, haha..Huff, sulitnya mencari pria baik2 mungkin sama dengan sulitnya mencari wanita baik2 yang sering dilontarkan para pria,peace ah buat para pria..

bulbbulb..

Hmm..Tiba2 saudari dian dari kamar sebelah mengingatkan saya tentang lagu ini yang katanya-pernah-menjadi-soundtrack saya. Penasaran, saya dengarkan kembali, huu liriknya dalam sekali, tapi saya tetap tidak ingat lagu ini pernah menjadi lagu saya, haha..

“Inginku” by Yovie & Nuno

inginku, bukan hanya jadi temanmu
atau sekedar sahabatmu
yang rajin dengar ceritamu

tak perlu hanya kau lihat ketulusan
yang sebenarnya tak kusangka
kadang ku hilang kesabaran

mungkinkah akan segera mengerti
seiring jalannya hari
sungguh ku tergila padamu…

yang ada bila tak juga kau sadari
akan kutempuh banyak cara
agar engkau yakin semua, mauku…

biarkan aku untuk jadi kekasihmu
karna tak percaya ungkapan
cinta tak harus memiliki

terlambat bila aku harus berubah
ku terlanjur ingini semua
yang ada di dalam dirimu

dan berulang kumencoba…
tuk merebut hati dan cintamu
sadarkah dirimu
sering kau kesalkan aku…
bila masih saja kau menyebut namanya

patiennement je t’attendais…
mais tu ne comprends rien…
je t’aime dedans…
de temps en temps…

determined realist..

Ceritanya saya dikasih link ini sama saudari Femy, isinya tentang tes psikologi begitu. Setelah saya menjawab beberapa pertanyaan, maka hasilnya adalah determined realist. Berikut adalah penjelasannya yang diperoleh dari sini.

Determined Realists like to bear responsibility and welcome challenges. They are stable, reliable persons. External contacts are very important to them; they mix well and are very active. They are excellent organisers and are very happy when things are done correctly and punctually; they can quickly react impatiently if others are not as conscientious, orderly and dutiful as they are. They prefer structured work which produces visible results quickly to abstract, long-drawn-out processes. Determined Realists have no problem with routine as long as it serves efficiency. However, they very much dislike unexpected and unpredictable occurrences which mess up their careful plans. Once they have committed themselves to a cause they do this with dedication and are willing to make considerable sacrifices for it.

Determined Realists do not avoid conflicts and criticism but face up to them and look for solutions. As they have a keen eye for the errors and shortcomings of others and are often quick at expressing criticism, they sometimes rub people up the wrong way especially when they lose their temper and jump to conclusions. Due to their marked sense of justice they are quickly willing to correct themselves and never take offence if someone speaks to them frankly. You do not have to seek hidden motives with them; you always know where you are. Determined Realists are often found in executive positions as they combine commitment, competence and the ability to assert themselves. In their spare time, they often also accept responsibility in clubs and other institutions.

Traditions rate highly with Determined Realists. They attend every family event and never forget a birthday or wedding anniversary. Family and friends are very important to them. With their open, communicative manner, they find it easy to get to know people and have a large circle of friends and acquaintances. They are never superficial, but reliable and loyal friends who are always there when they are needed. Determined Realists take their relationships very seriously – they dream of finding a partner for life. In a love relationship, they seek above all stability and loyalty and here, too, they are willing to invest a lot in a harmonious togetherness. Determined Realists master crises or difficult phases with composure; they would never think of breaking a promise given. As a partner, one can always rely on their support.

Hoho, coba deh tes tersebut dan kenali dirimu, haha.. Saya sih merasa memang begitulah diri saya, hehe..

me and my diary..

Ceritanya saya lagi berpura2 menjadi putri abu *klo kata autie ameliorasi dari upik abu,siull..* dengan disuruh membereskan sebuah lemari di kamar saya di Bekasi. Yah, memang isinya sudah sangat campur-aduk-entah-apa-aja, haha.. Tak dianyal dan disangka, saya menemukan sebuah buku diary saat saya smu dulu. Ya, memang tidak bisa dibilang rajin nulisnya juga, isinya adalah saat saya bersama seorang oknum X, bah..*skip, tidak ingin mengungkit dan mengingat masa lalu*. Karena penasaran, saya buka2 dan baca kembali halaman per halaman. Seru banget, tidak menyangka dulu saya segeblek dan sekonyol itu, ditambah dengan menempelkan sebuah stiker emoticon mood yang sangat tren pada masa itu, huahahaha..*gak banget gw!!*. Ini gambar buku diary tersebut, membacanya membuat saya terpingkal2 dan membatalkan janji pergi saking serunya, lagi malas pergi juga sih.

*Tulisan sagitarius hanya sebuah kebetulan saja, memanfaatkan buku yang ada, padahal bintang saya gemini, bukan sagitarius, hehe..*

Bila dilihat kecenderungan menulis dan mengungkapkan perasaan memang lebih dimiliki wanita, pria mungkin lebih apatis dan merasa apa yang telah berlalu, biarkan berlalu. Entah apa yang merasuki pikiran saya ketika smu untuk menulis buku diary, yah walaupun hanya berhasil beberapa bulan dan 1 buku saja, mungkin hanya untuk kenangan di masa depan atau mungkin sebagai pelajaran hidup?? haha, berlebihan.. Saat kuliah, saya yang memang hobi menulis ini pernah mencoba menulis buku diary, setelah melihat serunya saudari Autie menulis diary dan ketika hadirnya buku coklat di tengah2 kami *senangnya buku coklat ketemu dan lucu ya mengingat betapa konyolnya kita dulu..*. Namun, baik diary di computer maupun di buku, hanya bertahan beberapa hari. Akhirnya tuh buku malah menganggur dengan tidak jelasnya setelah sebelumnya sempat pula dijadikan catatan serba-serbi, aneh. Ya begitulah, menulis diary memiliki kesenangan sendiri, apalagi jika dibaca di kemudian hari. Semua itu memang indah pada waktunya.

patience..

Tell me and teach me about ‘patience’..
Apakah kita selama ini sudah tergolong orang2 yang sabar?? Sesungguhnya Tuhan bersama orang2 yang sabar bukan?? sabar menunggu jodoh, sabar menghadapi cobaan, sabar dalam segala hal.
Mengapa tiba2 saya berpikir seperti ini? Adalah seorang dosen pembimbing-yang-malas-menyebut-namanya yang membuat saya merasa diuji kesabarannya berkali2. Dosen yang terkenal sangat labil itu *lebih labil mana ya sama saudari dian?hehe..piss di!* berhasil membuat saya mengelus dada, menahan tangis, meneguk ludah *emang segini lebay-nya kok..* sebanyak 2 kali. Kerjaan saya yang sebelumnya telah disetujui ternyata pada bimbingan berikutnya ditolak dan harus-mengulang-dari-awal, bujedddd.. Kerjaan bertapa sebulan tuh, yah 3 minggu lah, hasil semedi di gedung biru, hiks.. *terima kasih kepada teman2 semua atas dukungannya..*
Impian dan target bulan depan seakan sirna dan saya merasa hari2 ke depan akan berat. Bah, mau lulus aja kok berasa dipersulit begini ya?? Tapi lagi2 saya percaya dan berasa yakin bahwa Tuhan bersama orang2 yang sabar. Bahkan, saya akan berusaha menjadikan ini sebagai kekuatan baru untuk saya untuk menunjukkan kemampuan, hehe.. Yah, berusaha menghibur diri sendiri dengan optimis. Kita pasti bisa!! Kesabaran juga diperlukan di bidang kehidupan yang lain. Jika menghadapi cobaan, dikecewakan, dan lain halnya. Namun, berusaha positif dan optimis akan lebih baik dalam menyikapinya. Entah mengapa, itu bisa membuat kekuatan dan semangat baru buat kita. Sebuah senyuman dapat mengubah segalanya (kutipan iklan TV). Semangatlah, kawan!

our family is everything..

Keluarga..
Tempat tumbuh,berkembang,dan dewasa
Tempat ditemukannya segala cinta, mulai dari cinta kedua orang tua, anak pada orang tua, antar saudara, dan sebagainya. Cinta sebenar2nya cinta, yang tak lekang dimakan usia dan waktu *halah2, mulai aneh bahasa gw*
Mungkin di luar sana banyak tempat untuk mencari kebahagiaan semu, misalnya kafe,mal,restoran,atau apapun lah tempat hiburan lain. Tapi,dimanakah tempat dimana terdapat kebahagiaan yang alami dan dimanakah tempat berkeluh kesah yang paling jitu??KELUARGA..
Benar adanya, bahwa orang yang selalu ada untuk kita, selalu mengingat kita, nrimo kita apa adanya, adalah keluarga kita sendiri. Perhatian dari seorang pacar pun tidak ada apa2nya dibandingkan perhatian yang diperoleh dari keluarga.
Peranan keluarga sangat penting, apalagi buat mahasiswa perantauan seperti saya ini. Makanya, saya memilih foto halaman belakang rumah sebagai wall paper laptop, ceritanya klo homesick tinggal liat tuh foto sama foto2 keluarga, hehe..

Tak terasa saya meneteskan air mata ketika adik saya-yang-super-plegmatis berkata, Gak sadar kamu,betapa pentingnya kamu di rumah ini?? Waw, terharu sekali..

career and our future..

Setelah postingan terakhir dibilang sangat curcol, kali ini dapat dijamin bebas dari curcol, hahaha. Karir dan masa depan sangat erat kaitannya, dimana karir merupakan himpunan bagian dari masa depan. Setelah melewati TK 2 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, kuliah 4-5 tahun, lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya??? Boleh jadi kerja, kuliah S2, ataupun gak ngapa2in. Semuanya tergantung pada masa depan yang kita inginkan.

Sebenarnya, penentuan masa depan sudah dimulai sejak kita memilih jurusan dan tempat kuliah. Tidak seperti lulusan SMP yang hanya memikirkan ingin SMA dimana, tapi saat lulus SMA harus menentukan jurusan apa, tentu saja meihat kemampuan, minat, dan prospek ke depan. Di sini peran orang tua sangat penting, biasanya anak akan melihat orang tua sebagai role model yang paling dekat dan orang tua pun memiliki keinginan terpendam anaknya-akan-menjadi-apa-nantinya.

Dalam memilih karir juga sama, tergantung masa depan seperti apa yang kita inginkan. Jika ingin menjadi pekerja kantoran, tentu tidak akan memilih job yang pasti akan ditempatkan di lapangan. Kemudian, jika niatnya ingin mengejar karir sampai mampus *berlebihan sangat*, pasti akan lebih menguntungkan memilih perusahaan yang terbuka dan cepat naik pangkat. Lalu, jika ingin membuktikan diri dan menggemukkan pundi pribadi, bisa memilih konsultan, perusahaan asing, ataupun sebagai investment banking.Untuk investment banking, bukan hanya menggemukkan perut sendiri, tetapi juga membuat yang kaya akan menjadi semakin kaya, haha.. Sebaliknya, jika ingin santai, ya pilih aja pekerjaan yang santai, begitulah kiranya gambaran beberapa masa depan dan karir yang ada.

Lalu, masalah gender. Dapat dikatakan pria mendapat posisi yang lebih diuntungkan dalam hal karir, dimana tidak terbentur oleh masalah kodrat yang masih kental dengan budaya timur, seperti halnya wanita. Terima kasih kepada Ibu Kita Kartini yang telah melepaskan wanita dari katak di bawah tempurung dengan emansipasi wanita yang dimotorinya. Walaupun begitu, tetap saja bagi saya, wanita ideal adalah juga harus dapat mengurus rumah tangga dengan baik, selain ia juga bekerja. Karena tetap saja pria sebagai kepala rumah tangga dan ego pria tentu tidak ingin istrinya bekerja melebihi dirinya sendiri *biasanya loh,gak tau klo yang gak mainstream*. Oleh karena itu, banyak pertimbangan yang harus diambil oleh para wanita, terutama bila belum mempunyai calon pasangan hidup, dalam memilih pekerjaan. Bukan jangka pendek yang dipikirkan, tetapi juga jangka panjang yang diharapkan, apakah nantinya akan berprospek, apakah akan memberatkan, apakah sesuai dengan keinginan, dan sebagainya. Orang tua saya berpendapat bahwa sebaiknya memilih pekerjaan di awal dengan baik dan tidak menjadi kutu loncat nantinya, karena pasti akan sulit juga dalam hal mengejar karir nantinya. Yah, begitulah kiranya gambaran akan ke depannya, semangat mahasiswa tingkat akhir!!

nb : memproklamirkan musuhan sama speedy saya, memikirkan untuk mogok dan tidak akan membayar speedy bulan ini, au ah kesel banget..speedy is brekele dan pelayanannya amat sangat burukkkkkk..

« Older entries